Powered By Blogger

Kamis, 05 April 2012

my tears,and regrets

   Dipagi hari yang cerah itu, aku terbangun dari tidur ku. Tanpa merapihkan tempat tidur, aku langsung
bergegas pergi ke ruang tamu untuk mengambil laptop beserta modemku.
Sudah lama aku tidak menggunakan Laptop kesayanganku itu,jadi aku memutuskan untuk bermain seharian di depan layar. Aku tak sadar kalau aku belum mandi,dan sarapan. Tapi beginilah aku,acuh tak kacuh.
Aku jarang memperdulikan orang lain yang menasihatiku. Aku hanya memandang mereka dan sering berkata "OH" kepada mereka.
   Tidak terasa,5 jam sudah aku duduk manis didepan laptop. Setiap ku dengar Ayah dan Ibuku memanggil ku,untuk meminta bantuan atau meminta ku untuk meninggalkan pekerjaanku yang tak berguna ini, tidak aku dengarkan! Oh Tuhan,betapa sabarnya kedua orang tuaku.
...
Tiba saatnya untuk makan siang, aku kembali mendengar suara Ayahku memanggil nama ku dari dapur
"Nak,ayo kita makan! ini sudah waktunya makan siang,nanti kamu sakit kalau cuma itu pekerjaanmu!!"
tapi,aku hanya bilang "Ya,bentar".
    Tidak lama kemudian,aku meninggalkan laptopku sebentar untuk mengambil handphone ku yang berada dikamar dan setelah itu langsung kembali lagi ke ruang tamu untuk menjumpai laptop ku!
dan tiba-tiba.. Laptop ku tak bisa menyala,laptop ku mati! apa yang harus aku lakukan! aku sudah mencoba untuk menge-casnya. tapi laptop itu tetap saja mati! aku pun spontan berteriak "Ah damn! kenapa lagi sih ni laptop? nyari masalah ama gue? Huaaaa!!!! Kakak bantu gue plz!! kenapa nih laptop kenapaa??"
kakak ku pun langsung menghampiriku dan mencoba untuk menyalakan laptop itu,tapi selalu gagal! tidak lama kemudian ayahku menghampiriku yang sedang menangis di depan laptop ku yang sudah mati itu dan berkata
"ada apa dengan laptop mu,nak?" lalu dengan nada acuh tak kacuh aku menjawab "tuh,gak bisa nyala! tau deh gara2 apa tiba2 aja mati".
     Ayah ku pun terdiam sebentar,dan mengecek laptop.lalu pergi ke mengambil ponselnya dan duduk di ruang keluarga,tepatnya didepan tv. Dengan rasa jengkel,aku pergi meninggalkan laptop ku dan masuk kedalam kamar sambil membanting pintu! Aku tidur,dan menarik selimutku! aku menangis,karna aku terus memikirkan laptop kesayanganku itu. Aku berfikir,jika tak ada laptop,apa yang aku lakukan dirumah ini? hanya tidur? Itu sangat membosankan! lebih baik aku pergi saja.
...

Tidak lama kemudian,Ayahku datang dengan seorang laki-laki yang sebaya dengannya. Dan ternyata dia adalah tukang service komputer yang sengaja Ayahku jemput untuk memperbaiki laptopku.
Aku tersentak terdiam di tempat!
Aku menangis!! Aku Menangis! dan sekali lagi aku ME NA NGIS melihat ketabahan Ayahku.
Aku fikir Ayahku tidak mau lagi menolongku karna aku jarang menanggapinya. Aku jarang melaksanakan perintahnya. Dan kini aku sadar,aku berada di dalam sangkar "PENYESALAN"  kini aku hanya bisa meneteskan air mata.
...
Aku sadar betapa sayangnya Ayahku kepadaku,meskipun aku selalu bertingkah acuh tak acuh kepadanya.
Aku sadar aku sudah besar,dan kini saatnya aku berubah.
Aku tak ingin berada didalam keterpurukan dan mendapatkan Azab

"Ayah,aku mencintaimu :) dan maafkanlah anakmu ini"


:: This is my "Cerpen",sorry if u r not like ::

2 komentar:

  1. sedih yah, setelah eunni baca ini
    eunni sadar akan berharganya papah eunni :'( *ciellah lebay bat* hahha

    BalasHapus